HARI ibu menjadi momen untuk memuliakan pemilik rahim generasi dengan beragam cara untuk menunjukan rasa cinta kita kepada mereka. Satu hal yang spesial kembali meruangkan makna ibu sebagai cikal bakal kasih sayang juga bentuk pengabdian yang tulus.
Makna Hari Ibu harus lebih luas lagi, bukan sekadar ibu sebagai sebutan anak-anak yang telah dilahirkanya. Namun, ibu adalah sosok yang hadir dari siapa saja yang layak untuk disebut sebagai ibu. Bisa pembantu rumah tangga, perempuan-perempuan yang berusia lanjut meski tak memiliki keturunan, atau para perempuan yang hidup sebatang kara dijalanan.
Sosok ibu ada dimana-mana. Jika setiap kita bisa meluangkan dan meluaskan penghormatan itu kepada siapa pun, tentu makna Hari Ibu akan benar-benar menjadi momentum terbaik untuk mengangkat derajat mereka ketempat yang lebih mulia. Sebab, fitrahnya, setiap perempuan menginginkan dipanggil ibu. Dengan begitu, Hari Ibu benar-benar dirasakan oleh semua perempuan tanpa pernah merasa gagal menjadi seorang ibu.
Makna Hari Ibu harus lebih luas lagi, bukan sekadar ibu sebagai sebutan anak-anak yang telah dilahirkanya. Namun, ibu adalah sosok yang hadir dari siapa saja yang layak untuk disebut sebagai ibu. Bisa pembantu rumah tangga, perempuan-perempuan yang berusia lanjut meski tak memiliki keturunan, atau para perempuan yang hidup sebatang kara dijalanan.
Sosok ibu ada dimana-mana. Jika setiap kita bisa meluangkan dan meluaskan penghormatan itu kepada siapa pun, tentu makna Hari Ibu akan benar-benar menjadi momentum terbaik untuk mengangkat derajat mereka ketempat yang lebih mulia. Sebab, fitrahnya, setiap perempuan menginginkan dipanggil ibu. Dengan begitu, Hari Ibu benar-benar dirasakan oleh semua perempuan tanpa pernah merasa gagal menjadi seorang ibu.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 20 Desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar