Sabtu, 21 Desember 2013

BERTEMAN SEPERTI LANDAK

"BERTEMANLAH." Begitu ibu berpesan. Berteman bukan sekadar obral kata atau untuk hura-hura. Seperti landak. Suatu ketika ada dua landak tengah diterpa kedinginan yang sangat. Akhirnya, mereka saling mendekat, bahkan sangat dekat, untuk menemukan kehangatan.
Setelah mendekat, kedua landak merasakan tubuhnya sakit dan terluka karena tusukan duri yang menempel. Akhirnya, mereka berusaha menjauh. Lalu, dingin yang sangat kembali menerpa. Mereka mencari cara dan akhirnya mereka memutuskan untuk mendekat, tapi tidak terlalu lekat seperti sediakala. Terhangati tapi tidak melukai.
Pertemanan terlalu dekat mempengaruhi ketergantungan-ketergantungan yang tidak wajar. Bahkan dengan mudahnya menimbulkan rasa sensi yang berlebihan. Misalnya, ketika timbul masalah yang sangat spele kemudian mengakibatkan amarah dan patah hati. Berteman seperti kisah landak saya kira mampu menjaga keutuhan pertemanan. Tidak terlalu dekat, juga tidak terlalu jauh, tapi saling mengerti dan memberi.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 21 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar