Rabu, 08 Januari 2014

PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH

TERBIASA jalan dikantin sekolah, anak saya kini mulai paham dengan uang. Berapa nominal dan bagaimana membelanjakannya. Termasuk kerumitan diawal ketika dia harus menghitun uang kembalian. Meski kantin tidak meladeni tawar-menawar harga, anak cukup terbantu dalam memahami bagaimana transaksi jual beli.
Begitu stategisnya keberadaan kantin untuk membeikan pembelajaran anak-anak tentang ilmu ekonomi dan manajemen. Anak-anak diberi kepercayaan untuk membelanjakan uang saku dari orang tua sesuai dengan jatahnya.
Jika selama ini label kantin sekadar menyediakan makanan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak, pross jual-beli disitu bisa menjadi ruang praktik anak mengatur uang. Mungkin dikantin bisa diselipkan beberapa peraturan pembelajaran agar anak memiliki sikap hemat dan penuh perhitungan dalam menggunakan uang. Misal anak-anak tidak boleh menghabiskan uang sakunya. Sisanya diminta untuk ditabung dikotak yang telah di sediakan piak sekolah. Dengan begitu, kantin tidk sekadar mengajarkan menghabiskan uang, namun mendidik anak cara berhemat atas anggaran yang ada.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 08 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar