SERING kita mendengar bahwa buku adalah jendela dunia. Begitu buku sudah ditangan, akan tersibaklah rahasia keindahan dibalik jendela. Tak heran bila warga dinegara maju terbiasa berasyik-berasyik membaca di tempat umum, juga saat menunggu antrean.
Kabar baik lain buat pembaca, kebiasaan membaca juga dapat mencegah penyakit pikun, alias gampang lupa, alias tulalit, alias demensia. "Pikun" biasanya menyerang orang yang sudah lanjut usia. Namun, pikun bukanlah bagian dari proses penuaan. Pikun bisa menyerang sapa saja, termasuk kita yang masih muda. Penyakit pikun salah satunya diakibatan oleh jarangnya otak digunakan untuk berpikir.
Peneliti dai Henry Forld Health System, DrC. Edward Coffey membuktikan bahwa membaca buku dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti perubahan otak karena membaca adalah aktivitas berpikir. Memang, kita rasakan pikiran kita aktif menyerap dan "menghidupkan" informasi, meski kita diam membaca. Asyik, pokoknya.
Peneliti dai Henry Forld Health System, DrC. Edward Coffey membuktikan bahwa membaca buku dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti perubahan otak karena membaca adalah aktivitas berpikir. Memang, kita rasakan pikiran kita aktif menyerap dan "menghidupkan" informasi, meski kita diam membaca. Asyik, pokoknya.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 06November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar