DUA minggu terakhir, infotainment "menyoraki" konflik antara Farhat Abbas dan Al & El (anak Ahmad Dhani). Konflik itu dipicu "kicauan" Farhat di Twitter atas kecelakaan yang disebabkan Dul. Farhat selalu memberikan opini-opini yang dinilai negatif serta memojokan Dhani. Al yang tidak bisa menerima kemudian menantang Farhat untuk menyelesaikannya secara jantan, yaitu mellui pertandingan tinju.
Cerita tersebut merupakan cuplikan kisah dari sebagai konflik yang sering terjadi disitus jejaring pertemanan. Sesuai dengan tujuan awalnya, seharusnya jejaring pertemanan digunakan untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, termasuk teman bisnis, tidak untuk mencari musuh.
Ada tiga hal yanbg bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya permusuhan di jejaring pertemanan. Pertama, memilih teman yang benar-benar dikenal sehingga tidak ada followers yang bisa memicau konflik. Kedua, meng-unfollow followers yang dirasa mengganggu serta memicau terjadinya terjadinya konflik. Ketiga, "think before you tweet". Sebab, setiap tulisan yang merupakan cerminan diri tersebut akan dibaca orang lain.
Cerita tersebut merupakan cuplikan kisah dari sebagai konflik yang sering terjadi disitus jejaring pertemanan. Sesuai dengan tujuan awalnya, seharusnya jejaring pertemanan digunakan untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, termasuk teman bisnis, tidak untuk mencari musuh.
Ada tiga hal yanbg bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya permusuhan di jejaring pertemanan. Pertama, memilih teman yang benar-benar dikenal sehingga tidak ada followers yang bisa memicau konflik. Kedua, meng-unfollow followers yang dirasa mengganggu serta memicau terjadinya terjadinya konflik. Ketiga, "think before you tweet". Sebab, setiap tulisan yang merupakan cerminan diri tersebut akan dibaca orang lain.
Sumber : Jawa Pos, Minggu 15 Desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar