SEKOLAH merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Namun, banyaknya tindak kejahatan yang melibatkan siswa, baik di dalam maupun diluar sekolah, adalah bukti lemahnya pengawasan terhadap anak. Bahkan, akhir-akhir ini khasus bullying disekolah menjadi semacam tren bagi sebagian siswa yang sering melanggar tata tertib.
Bullying menjadi kegiatan yang sering menimbulkan korban, terutama teman sesama sekolah. Tidak hanya korban fisik, tetapi juga korban batin akibat cemoohan atau penyiksaan dari si pembuat onar. Tindakan bullying bisa terjadi dimana saja, terutama tempat-tempat yang tidak diawasi guru atau orang dewasa lain.
Seharusnya ada sanksi tegas yang membuat jera si pelaku bullying dilingkungan sekolah. Cukur gundul (plontos) mungkin bisa dijadikan alternatif bentuk sanksi yang memberikan efek jera bagi pelakunya. Dengan sanksi itu, selain jera, tentu pelaku malu dengan penampilan barunya yang plontos.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 14 Februari 2014
Bullying menjadi kegiatan yang sering menimbulkan korban, terutama teman sesama sekolah. Tidak hanya korban fisik, tetapi juga korban batin akibat cemoohan atau penyiksaan dari si pembuat onar. Tindakan bullying bisa terjadi dimana saja, terutama tempat-tempat yang tidak diawasi guru atau orang dewasa lain.
Seharusnya ada sanksi tegas yang membuat jera si pelaku bullying dilingkungan sekolah. Cukur gundul (plontos) mungkin bisa dijadikan alternatif bentuk sanksi yang memberikan efek jera bagi pelakunya. Dengan sanksi itu, selain jera, tentu pelaku malu dengan penampilan barunya yang plontos.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 14 Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar