Selasa, 31 Desember 2013

MENIKAH SAH, MUDAH, DAN MURAH

MENIKAH bukanlah sesuatu yang mahal. Yang mahal justru pasca menikah. Menikah berati siap berumah tangga sendiri. Idealnya berani mandiri, baik dalam hal sandang, pangan, maupun papan.
Polemik tata cara pelaksanaan nikah dan mahalnya biaya timbul akibat ketidaktahuan sebagian masyarakat dan budaya korupsi dengan cara mengail di air keruh.
Padahal, rukun nilkah yang membuat pernikahan sah sangatlah sederhana, yaitu (1) sigat (akad nikah) dari pihak wali perempuan, (2) wali dari pihak perempuan, terutama ayah atau yang telah ditetapkan  secara agama, dan (3) dua saksi.
Perayaan nikah bersifat wajib dan sebagian mengatakan sunah agar nikah diketahui banyak orang banyak supaya tidak timbul fitnah, yang tidak harus meriah. Selain itu, sesuai ketentuan negara, harus dicatatkan di KUA demi sahnya menurut hukum  yang biayanya hanya Rp 30.000. Mengapa harus mengundang langsung penghulu sebagai pencatat nikah, sehingga timbul persoalan grafitikasi?
Sumber : Jawa Pos, Selasa 31 Desember 2013

MENYAMBUT TAHUN BARU GRATIS

TAHUN Baru 2014 akan tiba dini hari nanti. Semua orang sibuk merencanakan sesuatu untuk menyambutnya. Padahal kalau melihat kondisi saat ini, cuaca sangat tidak bersahabat karena hampir setiap hari hujan turun. Bukanya nyaman, bisa-bisa malah macet dan kuyup. Badan letih.
Alangkah indahnya jika di tengah kehebohan itu kita memisahkan diri: "jalan-jalan" ke tempat lain yang dijamin sangat nyaman dan tak ada keruwetan! Kita tidak usah buang-buang pikiran dan tenaga untuk menuju kessana. Tanpa ongkos alias gratis. Selain itu, tempatnya mudah dijangkau, praktis, juga tidak ribet. Biasanya jalan-jalan merasa lelah, tapi lain jika kita pergi ke sana, justru badan kita akan terasa lebih bugar, yakni ke pulau kapuk. 
Kita bisa menikmati suasana itu "setahun". Sebab, kita bisa berangkat tidur saat masih 2013 dan ketika bangun pagi sudah 2014. Tahun baru bisa lebih indah dinikmati dialam mimpi. ZZzZ ZzzzZz zzzZZ......
Sumber : Jawa Pos, Selasa 31 Desember 2013

Senin, 30 Desember 2013

DAUN SIRSAK PENGUSIR CURUT

BEBERAPA hari ini saya merasa terganggu dengan hadirnya curut (Suncus murinus L.) didalam rumah. Selain menjijikan, bau binatang itu luar biasa busuk. walau rumah sudah bersih dan wangi, curut masih saja senang berkeliaran dan menebar bau khasnya yang menyengat. Setiap pagi saya menemukan kotoranya dipojok-pojok tertentu. Jangan tanya baunya, yang jelas sangat menjijikan dan berisiko membawa penyakit leptospiroris. Kapur barus pun tak mampu mengusir curut nakal itu. 
Sesuai dengan anjuran di beberapa situs internet, saya ikut 15 sampai 25 lembar daun sirsak, lalu meletakkanya ditempat yang biasa dillui curut. Di belakang rumah ada pohon sirsak yang lebat daunnya seyhingga saya bisa membuat empat ikat daun sekaligus. Dan, voila! Sepertinya cara itu berhasil karena sudah empat hari ini si curut tidak pernah mampir. Konon, bau daun sirsak tidak disukai curut sehingga mereka menghindar jika menghirup aromanya. Semoga saja bukan karena si curut sedang sibuk memberi tahu teman-temannya untuk sedia masker sebelum masuk ke rumah saya ya.
Sumber : Jawa Pos, Senin 30 Desember 2013

Sabtu, 28 Desember 2013

TEMPAT SAMPAH DI KENDARAAN

PENGALAMAN saya mendampingi siswa berwisata dari Probolinggo ke Jogjakarta, saat memasuki Kota Jogjakarta, tiba-tiba seorang siswa membuang botol plastik bekas minuman lewat pintu belakang bus. Tanpa disangka, dibelakang bus ada pengendara sepeda motor yang berteriak penuh amarah dan pasti sangat jengkel karena botol itu mengenai badanya. Saya juga pernah mengalami peristiwa seperti itu. Ada penumpang bus umum yang membuang bungkusan tas plastik lewat jendela dan hampir mengenai saya yang naik motor.
Kebiasaan membuang sampah sembarangan dijalanan saat berkendara mungkindianggap sebagai hal spele. Padahal, akibatnya bisa merugikan pengguna jalan lain. Bahkan mengotori jalanan dan tak sedap dipandang mata. Jalanan jelas bukan tempat sampah. Alangkah tepat jika tiap kendaraan, baik pribadi maupun umum, menyediakan tempat pembuangan sampah didalam kendaraan. Jangan demi kebersihan kendaraan sendiri malah mengorbankan umum. Itu kurang adab.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 28 Desember 2013

Jumat, 27 Desember 2013

SALING MENGUATKAN DIKOMUNITAS

SAAT membaca status seorang sahabat baru di jeujaring sosial yang saya ikuti, saya tertegun. "Saya hanya seorang perempuan. Apa yang bisa saya lakukan?"
Kenapa begitu pesimistis? Perempuan adalah mahkluk Tuhan dengan multitalenta. Mereka bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Memasak, mencuci, mengasuh anak, dan aktivitas rumah tangga lainya dalam waktu yang hampir bersamaan. Yang diperlukan, self esteem. kebutuhan akan penghargaan terhadap dirinya, kebutuhan akan eksistensi.
Yang pertama, kenali diri sendiri. Dengan mengenali apa yang kita sukai, kita akan tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan dan dapat kita lakukan. Kedua, bergabung dengan komunitas yang sama dengan hobi atau potensi kita. Misalnya, hobi menulis, bergabunglah dengan komunitas menulis. Suka memasak, bergabung dengan komunitas memasak/kuliner. Suka membuat kerajinan tangan, bergabunglah dengan komunitas craft. Suka bertanam, bisa bergabung dengan komunitas pecinta tanaman.
Didalam komunitas, kita akan saling menguatkan.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 27 Desember 2013

Kamis, 26 Desember 2013

TUMBUHKAN ETOS SEUJAK DINI

DI MASYARAKAT kita, khususnya masyarakat perkotaan yang semua penghuni rumahnya rata-rata mempunyai kesibukan diluar rumah (ayah dan ibu bekerja , anak sekolah), waktu menjadi lebih sangat berarti. Karena itu, melakukan pekerjaan sehari-hari lebih merupakan suatu beban berat. Bila mungkin, memilih memakai jasa pembantu.
Meski begitu, sangat bermanfaat mendidik anak-anak dengan pekejaan sehari-hari. Pekerjaan yang bisa dilakukan anak-anak, misalnya, merapikan tempat tidur, mencuci piring, atau menyiram bunga. Dalam hal ini orang tua hendaknya memberikan pengarahan dan penugasan bahwa rumah dan keluarga ini adalah milik bersama sehingga perlu dijaga dan dirawat bersama pula.
Jika sejak dini dikenalkan pada tanggung jawab serta konsekuen dengan tugas tersebut, tentu dikemudian hari ketika mulai terjun ke masyarakat, mereka akan dapat membawa diri, tangguh, bertanggung jawab, dan percaya diri.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 26 Desember 2013

Rabu, 25 Desember 2013

TETAP BUGAR SAAT PANCAROBA

PERALIHAN musim (pancaroba) telah datang. Bermacam-macam penyakit pun turut datang menyerang. Yang paling sering adalah flu dan batuk. Hal tersebut sangat mungkin disebabkan menurunya daya tahan tubuh yang disertai kondisi cuaca lingkungan yang tidak mendukung. Untuk itu, kita harus cermat dalam menghadapinya agar tak mudah sakit.
Pertama, perbanyak waktu istirahat. Pastikan Anda tidur 7-8 jam sehari. Kedua, konsumsi vitamin C 400 mg/hari. Komsumsi vitamin C di atas dosis tersebut tidak akan memberikan efek positif karena bakal dikeluarkan bersama urine. Ketiga, lakukan olahraga ringan. Olahraga ringan bisa membantu tubuh untuk meregulasikan semua fungsinya dengan baik. Yang terakhir adalah hindari stres. Stres bisa mempengaruhi otak untuk menghasilkan zat-zat yang kurang baik bagi tubuh dan mengakibatkan turunya daya tahan tubuh.
Dengan menjalankan pola hidup sehat seperti diatas, diharapkan tubuh kita sehat setiap saat dalam menghadapi aktivitas. Khususnya dalam masa pancaroba.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 25 Desember 2013

Selasa, 24 Desember 2013

WASPADA BERKAH DANA DESA

SETELAH disahkan oleh DPR, lahirlah UU Desa. Pasal 27 ayat 4 UU Desa menyebutkan, alokasi dana desa dari APBN berkisar 10 persen dari dana pertimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam APBD setelah dikurangi dana alokasi khusus. Jika 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, dibagi sekitar 73 ribu desa, setiap desa bisa menerima lebih dari Rp 1,4 miliar per-tahun. Fantastis.
Agar uang itu jadi berkah buat masyarakat dan tak menjalarkan virus korupsi, perlu diantisipasi. Pertama, selain mengajukan program ke pemda, perangkat desa wajib mengelola dana desa dengan prinsip akuntabilitas. Yakni, manajemen yang transparan, terbuka, akuntabel, dan demokratis. Program terencana dan terevaluasi dengan jelas.
Kedua, meski telah ada badan perwakilan desa (BPD), keterlibatan langsung masyarakat desa tetap dibutuhkan agar uang itu kelak tak merepotkan aparat hukum.
Sumber : Jawa Pos, Selasa 24 Desember 2013

Senin, 23 Desember 2013

TILANG LAMPU MODIF MENCELAKAKAN

AKHIR-AKHIR ini dijalan raya banyak kita jumpai mobil maupun moto yang mengubah lapu depanya dengan lampu silver berwarna putih terang. Sangat menyilaukan bagi pengendara dari depan, terutama saat malam. Itu modifikasi tanpa mempertimbangkan moral karena tak peduli keselamatan orang lain. Atau, malah gembira ada orang lain silau kebingungan.
Produsen mobil maupun motor sebenrnya dalam menjual suatu produk telah mempertimbangkan keamanan tertinggi dan teruji. Juga sesuai dengan urutan spektrum cahaya, yakni lampu kuning mampu menembus kabut lebih kuat dan mempunyai jangkauan lebihjauh daripada lampu putih, namun tidak menyilaukan. Bukan hanya lampu depan, lampu merah rem dan lampu sein kuning dibelakang motor atau mobil juga lewat pengujian.
Di jakarta, modifikasi yang mencelakakan seperti itu mulai ditilang. Mestinya ini diterapkan di seluruh Indonesia. Mari peduli dengan diri sendiri dan orang lain. Sebab, jalan raya milik umum.
Sumber : Jawa Pos, Senin 23 Desember 2013

Sabtu, 21 Desember 2013

BERTEMAN SEPERTI LANDAK

"BERTEMANLAH." Begitu ibu berpesan. Berteman bukan sekadar obral kata atau untuk hura-hura. Seperti landak. Suatu ketika ada dua landak tengah diterpa kedinginan yang sangat. Akhirnya, mereka saling mendekat, bahkan sangat dekat, untuk menemukan kehangatan.
Setelah mendekat, kedua landak merasakan tubuhnya sakit dan terluka karena tusukan duri yang menempel. Akhirnya, mereka berusaha menjauh. Lalu, dingin yang sangat kembali menerpa. Mereka mencari cara dan akhirnya mereka memutuskan untuk mendekat, tapi tidak terlalu lekat seperti sediakala. Terhangati tapi tidak melukai.
Pertemanan terlalu dekat mempengaruhi ketergantungan-ketergantungan yang tidak wajar. Bahkan dengan mudahnya menimbulkan rasa sensi yang berlebihan. Misalnya, ketika timbul masalah yang sangat spele kemudian mengakibatkan amarah dan patah hati. Berteman seperti kisah landak saya kira mampu menjaga keutuhan pertemanan. Tidak terlalu dekat, juga tidak terlalu jauh, tapi saling mengerti dan memberi.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 21 Desember 2013

Jumat, 20 Desember 2013

MELUASKAN MAKNA HARI IBU

HARI ibu menjadi momen untuk memuliakan pemilik rahim generasi dengan beragam cara untuk menunjukan rasa cinta kita kepada mereka. Satu hal yang spesial kembali meruangkan makna ibu sebagai cikal bakal kasih sayang juga bentuk pengabdian yang tulus.
Makna Hari Ibu harus lebih luas lagi, bukan sekadar ibu sebagai sebutan anak-anak yang telah dilahirkanya. Namun, ibu adalah sosok yang hadir dari siapa saja yang layak untuk disebut sebagai ibu. Bisa pembantu rumah tangga, perempuan-perempuan yang berusia lanjut meski tak memiliki keturunan, atau para perempuan yang hidup sebatang kara dijalanan.
Sosok ibu ada dimana-mana. Jika setiap kita bisa meluangkan dan meluaskan penghormatan itu kepada siapa pun, tentu makna Hari Ibu akan benar-benar menjadi momentum terbaik untuk mengangkat derajat mereka ketempat yang lebih mulia. Sebab, fitrahnya, setiap perempuan menginginkan dipanggil ibu. Dengan begitu, Hari Ibu benar-benar dirasakan oleh semua perempuan tanpa pernah merasa gagal menjadi seorang ibu.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 20 Desember 2013

Kamis, 19 Desember 2013

TELAPAK KUKUH KAKI IBU

SURGA ditelapak kaki ibu, begitulah bunyi kata bijak. Sebuah puisi menceritakan luka seorang bocah yang menangis karena mendapati ibunya yang tak punya kaki. Kaki yang teramputasi karena dana kesehatan dikorup, dikhianati perselingkuhan, KDRT, atau lainya.
Kesalahan memperlakukan ibu berakibat fatal dan menjadi pertanda buruk peradaban.
Dalam Psikologi Komunikasi (Jalaludin Rahmat, 1986) diungkapkan bagaimana bayi yang hanya diberi makan tanpa sentuhan kasih, sapaan mesra, dan senandung yang artinya tanpa bahasa cinta, meninggal semuanya secara misterius. Untuk itu, mari para ayah dan semuanya, kita memuliakan ibu, ibu, dan ibu. sebab, di balik generasi hebat ada ibu hebat dan sehat.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 19 Desember 2013

Rabu, 18 Desember 2013

BILA INKLUSI BUKAN SOSIALISAI

PENDIDIKAN adalah hak semua anak, tidak terkecuali anak-anak dengan kebutuhan khusus (ABK). Itu tercantum dalam UUD 1945 pasal 31 dan peraturan lain. Program inklusi adalah usaha pemerintah untuk membuat para ABK mendapat hak yang sama dengan anak-anak lainya. Meskipun pada kenyataanya, program ini masih kurang optimal dilaksanakan dengan alasan kurangnya tenaga pengajar yang harus bisa berperan sebagai terapis bagi mereka.
Dan, kita sebagai orang tua ABK jangan menyerah pada keadaan tersebut. Cobalah menjadi shadow techer bagi anak sendiri untuk mengurangi beban para pengajar. Atau carilah sekolah dengan murid sedikit agar gurunya lebih punya perhatian.
Bila anak kita kurang fokus atau malah minder, masih ada home shooling. Masuk sekolah luar biasa juga bukan suatu hal yang baru. Sebab, di sini ABK lebih didik untuk mandiri dan dikembangkan bakat apa yang pada diri mereka. Banyak bukti ABK meraih prestasi yang membanggakan.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 18 Desember 2013

Selasa, 17 Desember 2013

KENDARAAN UNTUK KAUM DIFABEL

SELAMA ini, belum ada satu pun perusahaan otomatif yang memproduksi secara masal kendaraan yang dirancang khusus untuk penyandang difabel karena masih terbentur maslah regulasi yang cukup sulit dan berbelit. Karena itu, kendaraan yang sudah tersedia di pasaran harus mereka modifikasi sendiri. Biayanya tidak sedikit dan mengabaika faktor kenyamanan, yang penting bisa jalan. Hal itu tentu saja menimbulkan keprihatinan. Sebab, sebagai warga negara dan bagian dari masyarakat Indonesia, mereka tetap memiliki hak dan tanggung jawab yang sama.
Untuk langkah ke depan, pemerintah diharapkan tidak melupakan hak kaum difabel untuk setiap kebijakan yang dikeluarkanya. Misalnya dengan mengeluarkan aturan satu kendaraan yang dirancang khusus untuk kaum difabel dari setiap seratus kendaraan yang diproduksi secara misal. Seperti mengacu pada pasal 28 UU Ketenagakerjaan yang menyatakan, "Pengusaha harus mempekerjakan sekurang-kurangnya satu orang difabel yang memenuhi persyaratan jabatan dan kualifikasi pekerjaan pada perusahaan untuk setiap seratus orang pekerja pada perusahaanya."
Sumber : Jawa Pos, Selasa 17 Desember 2013

Senin, 16 Desember 2013

SPIONISASI SEPEDA ONTEL

SEPEDA ontel merupakan alat transportasi yang ramah di kantong dan sehat. Kini ngontel atau nggowes makin populer lagi. Dijalan raya kita temui pengguna sepeda yang membuat risau pengendara sepeda ontel tatkala akan berbelok ke kanan atau ke kiri.
Pesepeda mesti menengok kebelakang, sambil gowes sambil pegang stang sebelah. Tangan yang satunya melambai-lambai sebagai kode akan berbelok. Padahal, kita tahu mengendarai sepeda sering tidak stabil kalau tangan lepas stang karena kedua kaki juga bergerak.
Oleh karena itu, perlu memasang spion pada kendaraan sepeda ontel demi keselamatan kita dalam berkendaraan. Mari membudayakan memasang spion untuk sepeda ontel juga. Demi keselamatan, bahkan nyawa kita.
Sumber : Jawa Pos, Senin 16 Desember 2013

Minggu, 15 Desember 2013

BERMUSUHAN DI JEJARING SOSIAL

DUA minggu terakhir, infotainment "menyoraki" konflik antara Farhat Abbas dan Al & El (anak Ahmad Dhani). Konflik itu dipicu "kicauan" Farhat di Twitter atas kecelakaan yang disebabkan Dul. Farhat selalu memberikan opini-opini yang dinilai negatif serta memojokan Dhani. Al yang tidak bisa menerima kemudian menantang Farhat untuk menyelesaikannya secara jantan, yaitu mellui pertandingan tinju.
Cerita tersebut merupakan cuplikan kisah dari sebagai konflik yang sering terjadi disitus jejaring pertemanan. Sesuai dengan tujuan awalnya, seharusnya jejaring pertemanan digunakan untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, termasuk teman bisnis, tidak untuk mencari musuh.
Ada tiga hal yanbg bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya permusuhan di jejaring pertemanan. Pertama, memilih teman yang benar-benar dikenal sehingga tidak ada followers yang bisa memicau konflik. Kedua, meng-unfollow followers yang dirasa mengganggu serta memicau terjadinya terjadinya konflik. Ketiga, "think before you tweet". Sebab, setiap tulisan yang merupakan cerminan diri tersebut akan dibaca orang lain.
Sumber : Jawa Pos, Minggu 15 Desember 2013

Sabtu, 14 Desember 2013

TELAPAK TANGAN PENGUSIR DINGIN

DI musim penghujan seperti ini aku selalu merasa kedinginan. Mungkin karena alergi dingin, setiap kali hujan tubuhku menggigil. Suatu hari ketika kuliah, di kelas aku menggigil karena tidak pakai baju lengan panjang. Saat itu pula salah seorang teman memintaku untuk menempelkan telapak tangan pada leherku dengan posisi mendekap. Tapi dengan posisi tangan menyilang, yaitu telapak tangan kanan mendekap sisi leher bagian kiri dan telapak tangan kiri mendekap sisi leher bagian kanan (telapak posisi mendekap, bukan posisi seperti mencekik).
Hasilnya, dengan perlahan tubuhku merasa hangat. Berbeda dengan teknik mendekap leher (tangan kanan mendekap sisi leher kanan dan tangan kiri mendekap sisi leher kiri). Kata temenku itu, teknik tersebut diperolehya dari seorang dosen yang pernah tinggal di Amerika dalam kondisi dingin musim salju. Beliau selalu melakukan teknik itu setiap kedinginan bila sedang tidak memakai jaket tebal untuk mengantisipasi hawa dingin.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 14 Desember 2013

Kamis, 12 Desember 2013

OBAT KANTUK DIKELAS

SAYA adalah seorang mahasiswa. saya mempunyai kebiasaan mengantuk dikelas. Saya sudah mencoba dengan memilih duduk dibangku paling depan. Dengan duduk di depan, saya yakin tidak akan mengantuk karena jarak dengan dosen lebih dekat sehingga lebih waspada dan sering dipantau. Beberapa hari saya menerapkan jurus itu, tapi setelah berjalan bebrapa waktu, rasa kantuk mulai menyerang lagi.
Ketika rasa kantuk muali menyerang, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Jurus diatas masih belum ampuh untuk mengusir rasa kantuk. Karena itu, saya harus berpikir lagi untuk mencari jurus paling jitu. Kemudian, saya teringat minyak kayu putih. Biasanya, saya menggunakanya saat pusig menyerang. Tapi, kali ini saya mengoleskan minyak kayu putih disekitar mata, kemudian memijat dengan pelan. Itu terbukti dapat menghilangkan rasa kantuk dan saya bisa konsenrasi untuk mengikuti pelajaran. Selamat mencoba.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 12 Desember 2013

Rabu, 11 Desember 2013

RENDAMAN CABE USIR LALAT

LALAT selamanya tetap menjijikan dan mengganggu. Ada cara efisien dan mudah untuk mengusir lalat agar tidak menyentuh makanan kita. Yaitu, rendaman cabe. Caranya, ambil kantong plastik tersebut, lalu ikat dengan karet gelang. Letakkan diatas meja makan kita, maka lalat akan pergi dan menjauh.
Hal ini berawal saat saya makan diwarung sate. Saya lihat ada rendaman cabe dikantong plastik untuk mengusir lalat. Cara ini terbukti ampuh, karena saya telah membuktikanya. Juga jangan lupa tetap mandi agar tak dirubung lalat.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 11 Desember 2013
 

Kamis, 05 Desember 2013

KAUS KAKI PENCEGAH PIPIS

TIAP malam, sewaktu tidur, saya selalu terbangun untuk satu atau dua kali kencing. Tentu saja ini sangat mengganggu saya. Sebab, bila bangun pada pagi hari, saya masih merasa mengantuk berat walaupun sudah tidur lebih dari delapan jam semalam.
Sampai saya takut kalau terjena diabetes. Sebab, salah satu cirinya sering berkemih malam hari dan merasa haus. Tetapi, setelah saya cekkan ke laboratorium, ternyata tidak.
Sampai suatu ketika daddy memberi tahu agar saya memakai kaus kaki sewaktu tidur. Dan heranya, kalau kadang terjaga dari tidur, saya tidak kebelet kencing. Sehingga sekarang bangun pada pagi hari tidak mengantuk lagi.  Tidur saya menjadi sangat berkualitas. Hanya karena memakai kaus kaki sewaktu tidur malam. Siapa tahu cara ini cocok untuk orang yang punya problem seperti saya.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 05 Desember 2013

Rabu, 04 Desember 2013

PRODUKTIF KETIKA BED REST

SAYA mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Kaki kiri patah dan saya harus operasi pasang pen. Pascaoperasi, saya harus bed rest atau istirahat ditempat tidur sekitar sebulan. Saya habiskan waktu dengan nonton TV karena kaki menginjak lantai pun tak boleh.
Suatu hari, sepulang kerja, istri saya membawakan empat koran, selain Jawa Pos yang sudah kami langgani. Dia juga membawa tiga buah tabloid dan dua majalah. "Baca semuanya, Pa. Biar enggak bosan," kata istri tercinta. Dalam dua hari saja, bacaan tersebut sudah habis saya baca.
Ada yang menarik, yaitu disetiap media cetak pasti ada halaman atau rubrik yang bisa diisi pembaca. Sebut saja opini/gagasan, kartun, TTS, cerpen, resensi. Biasanya, ada reward atau hadiah ketika dimuat. Maka, saya coba kirimkan opini saya ke sebuah tabloid untuk berbagai apa yang saya dapat kaus. Setelah sebulan berlalu, saya mendapatkan empat kaus, sepatu futsal, dua buku, dan beberapa ratus ribu yang masuk ke rekening tabungan saya. Ternyata, dengan menulis, otomatis kita juga akan membaca dan menjadi peka dengan apa yang terjadi. Al-hamdulillah.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 04 Desember 2013

Selasa, 03 Desember 2013

KONDOM HANYA UNTUK PASUTRI

MEMPERINGATI hari AIDS, pemerintah kembali menyelenggarakan Pekan Kondom Nasional (PKN). Kegiatan yang diadakan selama sepekan ini bermaksud mengajar masyarakat supaya berkegiatan dari penularan penyakit. Program  PKN ini diklaim efektif menurunkan "jumlah penambahan" penderita HIV/AIDS. 
Tapi, apakah alat ini membuat para istri tenang karena para suami idak jajan (berzina) atau selingkuh? Para ibu atau ayah tidak khawatir putra-putrinya coba-coba bermain seks (berzina) karena mesra aman? Lebih lagi, apakah dengan seks aman, kita sebagai insan beriman aman dari azab Tuhan?
Cukuplah kondom untuk suami-istri. Tak perlu dibagikan gratis dirmah-rumah hiburan, disepanjang truk yang antre, apalagi di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Sumber :Jawa Pos, Selasa 03 Desember 2013

Sabtu, 30 November 2013

MAHASISWA, SILATURAHMILAH...

TOKOH-tokoh seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin adalah para mahasiswa di zamanya. Mereka berasal dari kampus yag berbeda, namun memiliki visi yang sama, yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita bisa menemukan potret yang hampir serupa pada peristiwa Mei 1998. Siapakah pelaku pergerakan reformasi? Mereka adalah para mahasiswa dari berbagai kampus yang memiliki visi yang sama, yaitu reformasi.
Memasuki masa reformasi, cara mahasiswa semakin memudar. Para mahasiswa kadang malah menyibukkan diri dengan tawuran di antara mereka. Memilukan.
Alangkah indahnya jikalau antarbadan eksekutif mahasiswa atau antaraktivis mengadakan silaturahmi. Silaturahmi ini mampu mengikat tali persahabatan para mahasiswa antarkampus.
Relasi baik dan untuk bersama-sama berjuang demi kepentingan bangsa. Ingatlah bahwa sebentar lagi negara Indonesia memasuki tahun politik. Mahasiswa selayaknya menjadian panggung ini untuk politik kebangsaan, yang mungkin tereduksi olehb politik kepartaian. Ayo, kita rintis.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 30 November 2013

Jumat, 29 November 2013

KALAU PRESIDEN MOGOK...

Ibu: Nak, tolong belikan ibu nasi bungkus di depan!
    Anak: Warung mogok, Bu. Pasang spanduk, "Semoga kalian tidak pernah lapar agar kalian tidak butuh kami".
    Ibu: Kalau begitu, tolong belikan beras saja!
    Anak: Petani mogok, Bu. Di tiap sawah ada poster, "Semoga makanan pokok kalian bukan nasi agar kalian tidak butuh petani".
    Ibu: Ayo, keluar saja, kita jalan hati-hati...
    Anak: Tapi, bagaimana kalau rumah kemalingan lagi, polisi pasang spanduk. "Semoga kalian tidak kemalingan agar kalian tidak butuh polisi".
    Ibu: Aduh kamu ini bikin asma ibu kumat, cepat panggilkan dokter...
    Anak: Tak bisa, Bu. Di rumah sakit tertulis, "Semoga kalian tidak sakit agar kalian tidak butuh dokter".
    Ibu: Kalau semuanya arogan begini, ibu pilih mati saja. Ibu berwasiat, kalau bisa, kamu jadi presiden agar bisa memperbaiki kondisi mogok masal ini
    Anak: Saya tidak mau jadi presiden, Bu. kalau pingin mogok, tidak bisa menulis, "Semoga kalian sejahtera agar kalian tidak perlu presiden".
    Ibu: Loh, kok begitu?
    Anak: Kalau dokter mogok, antre se sakit terlantar. Kalau polisi mogok, antre orang protes karena terganggu keamananya. Kalau petani mogok, antre orang kelaparan. Tetapi, kalau presiden mogok, antre yang mau menggantikan.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 29 November 2013

Kamis, 28 November 2013

MENGAPA BAHU JALAN TOL MULUS?

SETIAP pagi sangat sengit komentar di radio atas mobil-mobil yang lewat bahu jalan tol Surabaya. Oke, itu melanggar aturan. Kalau tepergok polisi, mereka pasti ditilang. Tetapi, saya kira banyak sekali mobil lewat bahu jalan tol karena diberi "insentif" oleh keadaan tol itu sendiri.
Makin padatnya volume kendaraan makin membuat jalan tol dua lajur kewalahan. Saya kira bukan tanpa sengaja pengelola tol membuat bahu jalan semulus lajur utama. Ketika jam-jam padat, bahu jalan memang bisa menjadi penyelamat sebagai " Jalur ketiga " agar tol tidak merambat atau macet. "Kebetulan" pada jam-jam berangkat dan pulang kantor jarang patroli polisi lewat.
Kalau memang bahu jalan itu khusus untuk kedaruratan kembalikan seperti dulu: jalanya kasar berbatu dan geradag-geradag kalau untuk ngebut. Dengan begitu, siapa pun yang meluncur di bahu jalan akan "menderita" kalau tak berhenti karena darurat. Jangan malah dipermulus seperti "lajur ketiga".
Sumber : Jawa Pos, Kamis 28 November 2013

Rabu, 27 November 2013

PERLU HELM BERPEMBERSIH KACA

PADA musim hujan seperti sekarang ini, setiap orang hendaknya menyediakan payung, jas hujan, plastik pembungkus tas, dan perlengkapan lain. Mereka juga harus berhati-hati. Guyuran hujan mengakibatkan jalan licin dan rawan terjadi kecelakaan bagi pengendara motor.
Pengendara motor adalah yang paling terganggu dengan hujan karena pandangan mereka menjadi buram. Air hujan didepan kaca helm sangat mengurangi ketajaman pandangan. Apalagi kalau hari mulai gelap. Mereka hanya akan melihat denga jelas ketika kaca helm dibuka.
Karena itu, perlu diciptakan helm dengan pembersih kaca yang bisa bergerak otomatis seperti yang terdapat di mobil. Pasti akan membantu kejernihan pandangan. Bukankah ketika ada keluhan tempurung helm bisa sangat panas panas ada inovasi helm berpendingin? Kini ada baiknya ada juga helm berpembersih kaca bertenaga baterai kecil.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 27 November 2013

Selasa, 26 November 2013

JAUHKAN MANTAN KETIKA BERMASALAH

BANYAK orang yang mengalami masalah rumah tangga. Agar masalah yang sedang dihadapi tidak semakin lebar,  janganlah sekali kali Anda melibatkan mantan. Mungkin maksudnya baik dengan sharing dengan mantan untuk mencari jalan keluar. Tapi, percayalah, jika Anda menginginkan jalan keluar yang tepat dengan pasangan, melibatkan mantan untuk urusan rumah tangga adalah hal yang fatal. Selain rawan terjebak persaan masing-masing, sensasi nostalgia justru akan menimbulkan masalah baru. Hubungan mantan dengan pasangananya juga bisa runyam. 
Ada baiknya mereka yang sedang bermasalah rumah tangga berbagi ke lembaga layanan yang tepat. Jika benar-benar menginginkan solusi yang objektif atas permasalahan rumah tangga, Anda tidak perlu segan mendatangi layanan nirlaba yang layak menjadi second opinion bagi Anda selain keluarga dan teman-teman yang mengerti masalah rumah tangga. Mereka lega, kerahasiaan pun pasti dijaga.
Sumber : Jawa Pos, Selasa 26 November 2013

Sabtu, 23 November 2013

KAMPANYE DENGAN BUKU SAKU

PEMILU legislatif 2014 tinggal hitungan bulan. Kebanyakan baliho, spanduk, maupun banner berisi slogan-slogan bombatis ditambah saya narsis caleg dengan mendompleng nama-nama besar seperti Soekarno dan Soeharto. Dengan media kampanye tersebut, masyarakat tidak tahu apa gagasan, ide, konsep, solusi, maupun pemikiran politik si caleg terhadap permasalahan rakyat, daerah, maupun bangsa yang akan mereka wakili.
Lain cerita bila mereka menelurkan gagasan maupun ide politiknya dalam buku (saku) atau tulisan di media cetak yang terbaca masyarakat. Dengan begitu, masyarakat pemilih akan mengerti sekaligus memahami gagasan, ide, serta tawaran solusi dari para caleg  atas persoalan kerakyatan maupun kebangsaan melalui buku (saku) atau tulisan yang mereka buat.
Namun, buku (saku) sebagai media cerdas kampanye perlu diimbangi blususkan: menemui dan memahami, bila perlu memberikan solusi atas permasalahan rakyat maupun bangsa. Kepada para caleg, menulislah buku dan bagilah gagasan Anda. Kurangi membuat dan memajang baliho!
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 23 November 2013

Jumat, 22 November 2013

MEMERINGKAT KEGALAUAN

MASALAH, masalah, masalah. Begitulah keluhan yang sering diderita dan setiap hari berputar dibenak manusia. Namun, tak perlu khawatir karena terdapat solusi mujarab yang mampu mengusir penyakit tersebut. Cara yang cukup sederhana serta tak perlu ongkos.
Pertama, kita hanya perlu mengambil sebatang pensil dan selembar kertas. Kemudian, menuliskan masalah-masalah yang kita hadapi saat ini. Setelah semua tuntas tertulis, kita hanya perlu merangking (memeringkat) masalah-masalah tersebut mulai dari masalah terberat hingga teringan.
Setelah itu, kita tinggal menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi mulai dari yang paling berat dan mendesak hingga yang paling ringan. Saat satu masalah terlampaui, kita tinggal melangkah ke check list berikutnya. Begitu pula seterusnya.
Sebuah masalah itu tidak sekadar direnungi atau diratapi, namun perlu ditindaklanjuti.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 22 November 2013

Kamis, 21 November 2013

MENEGUR PEROKOK DENGAN BATUK

MEROKOK dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin. Sudah ada peringatan bahaya di bungkus rokok, tapi ternyata masih banyak orang merokok, mulai anak-anak muda hingga orang yang sudah lanjut usia. Saya dan mungkin banyak orang punya cara untuk menegur orang yang merokok disamping atau disekitar saya, yaitu dengan batuk-batuk dan mengibaskan tangan didepan hidung.
Ketika di sekitar saya ada yang merokok, entah dimobil, di ruang kerja, di warung makan, dan dimana pun, saya langsung mengeluarkan jurus jitu tersebut. Saya langsung batuk-batuk. Asap rokok memang sangat mengganggu konsentrasi saya.
Daripada menegur dengan kata-kata, batuk adalah jurus yang tepat dan cara yang halus untuk mengingatkan mereka. Akhirnya melihat saya batuk-batuk si perokok langsung menjauh atau mematikan rokoknya.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 21 November 2013

Rabu, 20 November 2013

PINTAR DENGAN MAINAN GRATISAN

SAYA pernah menjadi pembina dalam klub edukasi anak-anak dilingkungan rumah. Setiap Minggu pagi, anak-anak usia TK-SD berkumpul untuk bermain sambil belajar berbagai hal. Karena dana yang terbatas, kami, para pembina, harus selalu mencari ide-ide kreatif. Ternyata, banyak sekali media yang bisa kami memanfaatkan sebagai tahan belajar dengan biaya sangat murah atau bahkan gratis.
Suatu kali kami belajar tentang tekstur benda padat dan cair dengan bahan tepung tapioka dan air. Anak-anak bisa juga bermain "tebak benda" dengan memanfaatkan alat-alat, boneka, dan benda lain yang ada dirumah. Memory game ini lalu berkembang menjadi "tebak bumbu" dengan memanfaatkan berbagai bumbu di dapur.
Melatih kreativitas? Bawa saja kaleng atau kardus bekas warna-warni. Belajar sains? Bermain saja dengan air, ember, gayung, botol atau gelas plastik bekas. Masih banyak lagi ide lainya. Ide-ide yang terkumpul ini saya manfaatkan juga untuk bermain bersama anak dirumah. Murah ya?
Sumber : Jawa Pos, Rabu 20 November 2013

Selasa, 19 November 2013

KURANGI BERAT RANSEL ANAK

TIAP kali membantu membawakan tas ransel anak untuk dikenakan dipundaknya, saya merasa bobotnya sudah melebihi kewajaran untuk anak sesuai kelas satu sekolah dasar. Isi tas tersebut adalah buku  tulis, buku paket, buku LKS, dan sedikit bekal makan dan minuman si kecil. Saya khawatir beban berat tersebut mempengaruhi tumbuh kembangnya, selain menguras energinya.
Sebaiknya pemerintah membuat kebijakan dengan meringankan punggung si kecil. Misalnya, mewajibkan pihak penerbit mencetak buku-buku tersebut dengan bahan kertas yang lebih ringan. Pihak sekolah juga perlu membuat satu buku tulis untuk dua atau tiga mata pelajaran sekaligus. Dana APBN untuk pendidikan yang lebih dari Rp 350 triliun juga bisa digunakan untuk menyediakan loker di sekolah untuk menyimpan buku-buku paket.
Buku memang gudangnya ilmu. Namun, jangan sampai buku-buku tersebut membebani fisik dan tumbuh kembang anak.
Sumber : Jawa Pos, Selasa 19 November 2013

Senin, 18 November 2013

KAGETKAN UNTUK STOP CEGUKAN

DALAM banyak khasus, orang tak berhenti cegukan walau sudah minum air. Saya juga pernah mengalaminya. Empat gelas sudah saya minum, namun masih hik..hik..hik. Padahal, saat itu saya sedang belajar untuk mempersiapkan ujian akhir semester bersama teman sekamar. Mungkin karena teman saya merasa terganggu dengan suara cegukan itu, tiba-tiba dia keluar dari kamar.
Saat suasana hening dan hanya ada suara cegukan, tiba-tiba, "Dor!" Lalu, dia tertawa dan berkata, "Sekarang cegukanmu sudah berhenti." Saya baru sadar bahwa cegukan yang sangat mengganggu itu sudah berhenti.
Sumber : Jawa Pos, Senin 18 November 2013

Sabtu, 16 November 2013

MENDIDIK MAJIKAN PRT

SELAMA ini, kita hanya menyaksikan pekerja rumah tangga (PRT) dibebani banyak tugas. Mereka pertama-tama dituntut bisa ini itu, misalnya cara memasak, cara merawat bayi, dan cara memakai alat-alat pembersih rumah lainya. Namun, di sisi lain majikan kurang memperhatikan aspek psikologis PRT, misalnya saat pembantu terlalu letih. Karena itu, muncul kemungkinan PRT yang melawan dan menentang majikanya sendiri.
Majikan mestinya menyadari bahwa PRT juga manusia. Majikan juga harus diberi edukasi yang memadai mengenai cara memperlakukan pekerja, hak-hak pekerja, dan kehidupan pekerja yang layak. Selama ini, yang mendapatkan pelatihan hanyalah PRT, majikan tidak pernah diberi pemahaman tentang bagaimana menjadi majikan yang baik. Dengan begitu, antara majikan dan PRT akan terpenuhi hak-hak serta kewajiban yang manusiawi. PRT pun akan lebih segan kepada majikanya.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 16 November 2013

Jumat, 15 November 2013

RELAKSASI DENGAN SENAM MATA

BEKERJA di depan komputer atau menonton TV seharian mengakibatkan mata lelah seperti tertekan, berair, dam kepala pusing. Hal itu disebabkan oto mata kita tegang gara-gara otak berfokus pada satu titik selama beraktivitas di depan layar. Itu pertanda sudah waktunya mata Anda beristirahat.
Banyak cara untuk merelaksasikan otot mata. Saya melakukan yang paling sederhana, yaitu "senam mata". Tutup mata dengan jari tangan yang dirapatkan kurang lebih selama 20 detik. Buka mata dan gerakkan bola mata ke atas, ke bawah, ke kanan, dan ke kiri masing-masing selama lima detik. Ulangi langkah itu 5-10 kali.
Arahkan pandangan ke objek yang jauh seperti memandang langit dan berusaha fokus selama tiga detik. Kemudian arahkan ke objek yang dekat dan tahan pandangan selama tiga detik. Selama melakukan aktivitas yang melelahkan mata, perbanyaklah berkedip untuk mencegah dehidrasi mata. Memijat area sekitar mata dengan pelan juga dapat merangsang kelenjar mata untuk mencegah mata kering.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 15 November 2013

Kamis, 14 November 2013

TUNGGU 50 TAHUN ATAU E-TRAINING

UNTUK naik pangkat, guru wajib mengikuti serangkaian Penilaian Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) yang salah satu unsurnya adalah pengembangan diri dengan pelatihan. Perangkat kredit, guru harus ikut diklat 30-80 jam. Kalau sehari 8 jam, guru wajib ikut pelatihan selama 4 hari. Total nilai yang diperoleh 32. Nah, kalau salah satu diklat harus membaya Rp 150.000,00, dibutuhkan Rp 600.000 perangkat kredit. 
Di Jawa Timur, ada 250.000 guru (dari 3 juta guru di Indonesia). Instruktur yang ada hanya mampu melatih 5.000 guru per tahun.
Secara matematis, waiting list tiap guru untuk mengikuti diklat adalah 50 tahun! Terus kapan guru bisa naik pangkat?
Solusinya, salah satunya, adalah e-training. Lembaga penyelenggara e-training harus terdaftar dan diakreditasi sehingga tidak abal-abal. Pesertanya harus punya komputer jinjing, e-mail, modem, dan yang tidak kalah pentingnya adalah bisa mengoprasikan.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 14 November 2013

Rabu, 13 November 2013

HANDUK BASAH LAWAN KOMEDO

KULIT wajah yang jarang dibersihkan dapat memicu timbulnya komedo. Komedo muncul karena minyak yang berlebih dibagian wajah dan jarang dibersihkan. Komedo biasanya muncul dibagian hidung. Ada cara yang mudah dan tidak membutuhkan biaya untuk menghilangkan komedo, yakni mrnegusapkan handuk basah yang kita pakai sehabis mandi pada bagian yang terdapat komedonya sambil ditekan.
Cara itu sungguh efisien. Sebab, biasanya untuk menghilangkan komedo dibutuhkan perawatan khusus seperti facial, masker, atau perawatan dokter. Semua itu berawal dari pengalaman saya sehabis mandi dan berkaca untuk melihat komedo yang muncul dibagian hidung. Lalu, saya usapkan handuk basah dan komedonya hilang.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 13 November 2013

Selasa, 12 November 2013

KPK ITU BERNAMA ISTRI

KORUPSI tak pernah sepi untuk diperbincangkan. Misalnya, yang diberitakan baru-baru ini, onkum bea dan cukup diduga korupsisebesar Rp 11 miliar. Untuk menyamarkan transaksi haram itu, uang dikirim melalui rekening sang istri. Bisa kita lihat bahwa siapa pun bisa terlibat dalam tindakan korupsi.
Sebagai pengatur keuangan rumah tangga, istri seharusnya bisa mengontrol keuangan rumah tangga. Dia wajib juga mengetahui sumber keuangan itu berasal, termasuk perkiraan besarnya pendapatan suami. Dengan demikian, ketika uang yang diterima suami melebihi pendapatan biasanya, sang istri seharusnya mengajukan pertanyaan, "Dari mana uang ini berasal?"
Meski bukan pejabat, tiap kali suami berangkat kerja, tak lupa saya berpesan, "jangan bawa rezeki haram, biar sedikit yang penting halal."
Sumber : Jawa Pos, Selasa 12 November 2013

Senin, 11 November 2013

MERINGANKAN GURU PAUD

SUATU ketika anak saya mengeluh tanganya capek untuk menulis. Dia sudah belajar pendidikan prasekolah atau pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi belum suka belajar menulis. Saya baru sadar, ternyata dia menulis terlalu dini dan belum memiliki fondasi yang cukup untuk meguatkan tanganya. Mestinya dia dilatih, misalnya, meremas kertas, bermain plastisin, dan memegang pensil yang baik. Memang tidak semua pendidikan prasekolah memberikan pendidikan dasar yang lengkap pada anak balita. Apalagi PAUD di kampung. Disana, gaji guru dan fasilitasnya sangat minim. Padahal, pendidikan di usia dini kian penting.
Kita lengkapi kekurangan yang ada disekolah dengan mengajak anak bermain sambil belajar di rumah. Jangan membebani guru dengan beban yang berat, sementara gaji yang mereka terima sangat sedikit. Juga, sudah seharusnya orang tua membantu meringankan beban guru demi kebaikan anak-anaknya sendiri.
Sumber : Jawa Pos, Senin 11 November 2013

Sabtu, 09 November 2013

HARI PAHLAWAN BUKAN HARI TENTARA

HARI pahlawan 10 November pasti dikenang dengan cara pawai atau karnaval. Bahkan, sebelum hari H, sekolah-sekolah mengadakan pawai atau karnaval dengan memakai seragam tentara seperti angkatan darat dan angkatan laut serta suster. Bahkan, seorang anak tetangga teman saya menangis dan mogok sekola karena tidak memakai pakaian tentara untuk karnaval. sangat disayangkan.
Saya jadi berpikir, kita mengenang Hari Pahlawan atau hari tentara? Padahal, ketika pertempuran besar terjadi di Surabaya, para pjuang tidak hanya berasal dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR), tetapi juga masyarakat sipil, para pelajar, tokoh-tokoh agama, dan para santri. Tentunya pakaian yang dipakai untuk perang juga beraneka ragam seperti menggunakan kopiah/peci, sarung, kaus oblong, bahkan baju yang hanya melekat dibadan.
Jadi, ketika mengenang Hari Pahlawan, tidak harus memakai pakaian tentara karena Hari Pahlawan bukan hari Tentara, tetapi hari rakyat.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 09 November 2013

Jumat, 08 November 2013

BELAJAR DENGAN MEREKAM SUARA

ADA beberapa metode belaja yang sering diterapkan pelajar maupun mahasiswa menjelang atau ketika menghadapi ujian. Salah satu metode yang sering dilakukan adalah metode visual; membaca materi pelajaran, menulis yang telah dibaca, lalu membaca lagi. Metode itu kadang terlalu membosankan dan membuat mata lelah. 
Ada solusi unik yang bisa diterapkan untuk menyelinginya, yaitu dengan merekam suara kita ketika membaca materi.
Lalu, ketika mata mulai sakit dan bosan membaca, kita bisa mendengarkan rekaman itu untuk me-rivew apa yang kita baca sebelumnya. Kita baca sebelumnya. Kita bisa belajar dengan lebih santai dengan suara kita sendiri.
Sumber : Jawa Pos. Jumat 08 November 2013

Kamis, 07 November 2013

GERAKAN RP 100 UNTUK BACAAN

SAYA adalah ibu sekaligus guru kelas 1 sekolah dasar di Gunung kidul, dekat perbatasan dengan Jawa Tengah. Tugu perbatasan Jawa Tengah terlihat jelas dari balik jendela kelas saya. Murid saya satu kelas sebanyak 20 anak dari jumlah keseluruhan 97 siswa SD kami.    
Saya ajari mereka untuk rajin membaca. Karena kawasan kami masih tertinggal, kami serba terbatas. Kami mempunyai perpustakaan, tetapi bukanya tak cocok untuk anak kelas 1 yang belum lancar membaca.
Sayapun menjalankan ide, agar setiap anak menyisihkan Rp 100 (seratus rupiah) dari uang sakunya setiap hari. Tetapi, andai anak tidak mampu menyisihkanya, saya memakluminya. Minimal Rp 10.000 itu terkumpul sepekan atau satu bulan sekitar Rp 45.000-Rp 48.000. Kami bisa membeli 3-4 buku dan kami pinjamkan secara bergilir. Apa pun alasanya, bisa ada kemauan, kemiskinan bukan halangan untuk maju.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 07 November 2013

Rabu, 06 November 2013

MEMBACALAH AGAR TAK TULALIT

SERING kita mendengar bahwa buku adalah jendela dunia. Begitu buku sudah ditangan, akan tersibaklah rahasia keindahan dibalik jendela. Tak heran bila warga dinegara maju terbiasa berasyik-berasyik membaca di tempat umum, juga saat menunggu antrean. 
Kabar baik lain buat pembaca, kebiasaan membaca juga dapat mencegah penyakit pikun, alias gampang lupa, alias tulalit, alias demensia. "Pikun" biasanya menyerang orang yang sudah lanjut usia. Namun, pikun bukanlah bagian dari proses penuaan. Pikun bisa menyerang sapa saja, termasuk kita yang masih muda. Penyakit pikun salah satunya diakibatan oleh jarangnya otak digunakan untuk berpikir.
Peneliti dai Henry Forld Health System, DrC. Edward Coffey membuktikan bahwa membaca buku dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti perubahan otak karena membaca adalah aktivitas berpikir. Memang, kita rasakan pikiran kita aktif menyerap dan "menghidupkan" informasi, meski kita diam membaca. Asyik, pokoknya.
Sumber : Jawa Pos, Rabu 06November 2013

Selasa, 05 November 2013

BUDAYA KALENDER HIJRIAH

MESKI dihuni muslim terbanyak di dunia, pengetahuan keislaman dan hari-hari penting serta sejarah Islam di Indonesia bisa dibilang belum optimal. Nah, hari ini diperingati sebagai mulainya kalender Hijriah 1 Muharam, bersamaan dengan 5 November 2013 Masehi. Inilah momentum mengenalkan kembali kalender Hiriah yang digunakan dalam Islam sejak Rasulullah Muhammad SAW hijrah (pindah) dari Makkah ke Madinah. Ini pertanda penting pembangunan peradaban Islam.
Dalam konteks Indonesia, kalender Hijriah juga menjadi penanda keragaman kekayaan budaya keagamaan. Tujuanya, perayaan tidak hanya ramai pada tahun baru Masehi. Tetapi, tahun Baru Hijriah juga mendapat respns positif dari masyarakat. Dengan demikian, semangat untuk hijrah atau pindah menuju moralitas atau ahklak yang lebih baik bisa ditularkan kepada bangsa.
Sumber : Jawa Pos, Selasa 05 November 2013

Senin, 04 November 2013

NEGARA DARURAT PORNO

SUNGGUH miris, belum lama kasus video mesum pelajar mencuat dijagat maya, disusul beredarnya foto syur seorang polwan, dan yang terakhir adalah foto seorang perwira polisi dengan pose bugil. Ada kabar budaya Timur yang menjunjung tinggi adab dan budaya sopan santunya?
Hadirnya alat perekam dan mudahnya mengunggah ke internet telah mengubah peradaban. Gambar dan video mudah dikonsumsi oleh publik yang cara menikmatinya pun bisa dilakukakan dengan privasi melalui gadget. Sepeti mata rantai, kebiasaan menikmati tontonan porno, perilaku itu akan terbentuk. Yang dulu hanya menikmati tonton bisa-bisa kelak menjadi pelaku adegannya. Baik direkam maupun tidak.
Negara harus segera menetapkan kondisi darurat porno. Berikan penyuluhan kepada masyarakat atas bahaya tontonan porno terhadap kesehatan jiwa. Perketat sensor porno. Sebagai mana semboyan Say No to Drag, juga bisa digencarkan Say No to Porn!
Sumber : Jawa Pos, Senin 04 November 2013

Sabtu, 02 November 2013

SINGKIRKAN ASBAK DI RUMAH

SEGALA gerakan stop rokok dinegara kita ini seolah tidak memberikan hasil yang memuaskan. Kalah dengan promosi dan iklan rokok. Pada akhirnya, perokok tetap mendpat tempat dan toleransi yang besar dari yang bukan merokok. Kebanyakan yang bukan perokok menutup mulut dan hidung, jarang sekali perokok mengambil insiatif pergi setelah melihat orang-orang didekatnya menutup hidung. Sebenarnya perokok bisa mencegah dampak ke luar apabila menelan saja asap rokok itu. 
Untuk dirumah, saya punya cara untuk bebas rokok. Selain dirumah tidak ada yang merokok, sengaja saya tidak menyediakan asbak dimeja ruang tamu. Saat tamu itu meminta tolong mencarikan wadah lain untuk membuang abu dan puntung rokok, saya akan mempersilahkan tamu itu merokok diluar rumah. Saya tidak peduli kalau di anggap tidak sopan. Ini demi kesehatan keluarga. Meskipun, sebenarnya yang tidak sopan itu ialah merokok dirumah orang yang tidak merokok.
Sumber : Jawa Pos, Sabtu 02 November 2013

Jumat, 01 November 2013

BELAJAR DARI KARAKTER BEPE

KITA harus belajar banyak tentang karakter dan prinsip yang dimiliki Bambang Pamungkas alias Bepe. Tak ada lagi yang meragukan karakter kuatnya dilapangan. Keputusanya berhenti dari sepak bola dan kemauanya membela tim Nasional AFF 2012 sehingga menjadi satu-satunya pemain ISL yang berani berlaga di timnas AFF 2012, cukup menunjukkan prinsipnya sangat kuat. Pemain ini tak akan mudah dilupakan. Salah satunya karena dia punya karakter dan prinsip yang kuat. 
Sejatinya, anak bangsa Indonesia memiliki karakter kuat. Namun, "tren" alias merasa nyaman dengan ikut-ikutan bisa menghilangkan prinsip tersebut. Jarang ada yang berani berlawanan arah demi kebaikan. Jika tren berkata A, kita takut berkata B, padahal B yang benar. Begitulah yang saya sadari sebagai pemuda. Demontrasi, memberontak, berkata, dan berbuat karena ikut-ikutan. Kita perlu memperbanyak pemuda yang benar-benar memiliki prinsip dan karakter yang kuat itu. Karena itu, mari bersama belajar dari karakter Bepe.
Sumber: Jawa Pos. Jumat 01 November 2013