Jumat, 29 November 2013

KALAU PRESIDEN MOGOK...

Ibu: Nak, tolong belikan ibu nasi bungkus di depan!
    Anak: Warung mogok, Bu. Pasang spanduk, "Semoga kalian tidak pernah lapar agar kalian tidak butuh kami".
    Ibu: Kalau begitu, tolong belikan beras saja!
    Anak: Petani mogok, Bu. Di tiap sawah ada poster, "Semoga makanan pokok kalian bukan nasi agar kalian tidak butuh petani".
    Ibu: Ayo, keluar saja, kita jalan hati-hati...
    Anak: Tapi, bagaimana kalau rumah kemalingan lagi, polisi pasang spanduk. "Semoga kalian tidak kemalingan agar kalian tidak butuh polisi".
    Ibu: Aduh kamu ini bikin asma ibu kumat, cepat panggilkan dokter...
    Anak: Tak bisa, Bu. Di rumah sakit tertulis, "Semoga kalian tidak sakit agar kalian tidak butuh dokter".
    Ibu: Kalau semuanya arogan begini, ibu pilih mati saja. Ibu berwasiat, kalau bisa, kamu jadi presiden agar bisa memperbaiki kondisi mogok masal ini
    Anak: Saya tidak mau jadi presiden, Bu. kalau pingin mogok, tidak bisa menulis, "Semoga kalian sejahtera agar kalian tidak perlu presiden".
    Ibu: Loh, kok begitu?
    Anak: Kalau dokter mogok, antre se sakit terlantar. Kalau polisi mogok, antre orang protes karena terganggu keamananya. Kalau petani mogok, antre orang kelaparan. Tetapi, kalau presiden mogok, antre yang mau menggantikan.
Sumber : Jawa Pos, Jumat 29 November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar