DALAM menghadapi bencana, dibutuhkan komunikasi yang bersifat cepat, mudah diterima, dan akurat. Informasi yang diterima dapat mendorong semua orang segera mengambil keputusan menyelamatkan diri. Itu mengingatkan masa kecil saya akan kentongan sebagai alat komunikasi seluruh warga kampung. Meski kinisudah banyak alat komunikasi canggih yang bergantung pada daya listrik, sifat kentongan ternyata tak tergantikan dan perlu diaktifkan lagi penggunanaanya.
Kentongan dibunyikan untuk memberi tanda tentang peristiwa tertentu atau memanggil warga untuk berkumpul. Alarm pukul itu digunakan untuk memberi tanda telah terjadi gunung meletus, kebakaran, banjir bandang, atau bencana lainnya. Alat itu juga dipakai untuk memberi tahu adanya pencurian, perampokan, kematian, dan berbagai bentuk kejahatan. Tidak hanya saat darurat, kentongan juga dipukul pada jam-jam tertentu pada malam hari saat ronda guna menyatakan bahwa kondisi aman.
Pada masa lalu, kentongan wajib terpasang disetiap rumah penduduk. Pesan berantai dilaukan lewat pukulan kentongan jika ada kejadian gawat dan mengharuskan seluruh warga keluar rumah atau mengungsi. Semua warga juga akan segera merespons dan mematuhi pesan yang diterima. Jadi, waktu itu jangan main-main memukul kentongan kalau tak ingin warga berdatangan atau panik.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 20 Februari 2014
Kentongan dibunyikan untuk memberi tanda tentang peristiwa tertentu atau memanggil warga untuk berkumpul. Alarm pukul itu digunakan untuk memberi tanda telah terjadi gunung meletus, kebakaran, banjir bandang, atau bencana lainnya. Alat itu juga dipakai untuk memberi tahu adanya pencurian, perampokan, kematian, dan berbagai bentuk kejahatan. Tidak hanya saat darurat, kentongan juga dipukul pada jam-jam tertentu pada malam hari saat ronda guna menyatakan bahwa kondisi aman.
Pada masa lalu, kentongan wajib terpasang disetiap rumah penduduk. Pesan berantai dilaukan lewat pukulan kentongan jika ada kejadian gawat dan mengharuskan seluruh warga keluar rumah atau mengungsi. Semua warga juga akan segera merespons dan mematuhi pesan yang diterima. Jadi, waktu itu jangan main-main memukul kentongan kalau tak ingin warga berdatangan atau panik.
Sumber : Jawa Pos, Kamis 20 Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar