Selasa, 11 Februari 2014

BERSAHABAT DENGAN BUMBU DAPUR

SEBAGAI seorang ibu rumah tangga, terkadang saya dibuat pusing dengan harga beberapa komoditas yang tiba-tiba melambung tinggi.
Anda yang sering terjun ke dapur tentu masih ingat ketika beberapa waktu lalu harga cabai meroket. Harga tomat pun hingga hari ini masih tinggi dipasaran. Bahkan, yang pernah membuat geger adalah harga jahe yang kenaikannya luar biasa. Mengapa ini bisa terjadi? Padahal, biasanya jahe menjadi bumbu yang diremehkan karena hampir semua ibu-ibu menanamnya dikebun mereka. Iya, kita kebingungan karena kebiasaan menanam empon-empon mulai ditinggalkan.
Untuk itulah, saya memulai berhemat dan bersahabat dengan tanaman, dari dapur saya sendiri. Cabai dan tomat yang membusuk biasanya saya keringkan bijinya, lalu saya sebar di halaman.
Jahe, kunyit, atau kencur yang mulai tumbuh tunasnya juga saya pindahkan ke tanah. Saya juga melakukanya pada daun bawang. Yang saya dan batangnya yang berwarna putih saya tanam kembali. Lumayan lho, bisa kita manfaatkan hingga tiga kali tumbuh karena badan tanaman tersebut makin lama akan mengecil.
Sekarang saya bisa menekan pengeluaran bila harga bumbu dapur naik.
Sumber : Jawa Pos, Selasa 11 Februari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar