MINGGU, 2 Januari 2014, saya mendapat tugas menyeleksi perangkat desa. Salah satu formasi yang diperebutkan adalah modin. Jika peserta formasi lain laki-laki dan perempuan, untuk modin semua pria.Hal itu juga saya temui ketika menyeleksi perangkat desa, termasuk modin di desa lain. Padahal sering terjadi, saat ada kematian, untuk memandikan dan mengafani jenazahh perempuan, keluarga menginginkan yang menangani juga perempuan. Karena yang ada modin laki-laki, akhirnya yang menangani tetap pak modin.
Karena itu, agar penanganan jenazah perempuan juga dilakukan oleh perempuan, pihak desa perlu mengangkat modin perempuan. Dengan modin perempuan, kehormatan perempuan lebih terjaga. Perempuan juga lebih menyiapkan pernak-pernik kelengkapan kematian. Pihak desa bisa memanfaatkan majelis taklim atau forum pengajian ibu-ibu untuk menyeleksi modin perempuan. Anggaranya bisa diambilkan dari anggaran desa. Jika anggaran desa tidak mencukupi, bisa digunakan infak dan sedekah yang digalang majelis taklim ibu-ibu.
Karena itu, agar penanganan jenazah perempuan juga dilakukan oleh perempuan, pihak desa perlu mengangkat modin perempuan. Dengan modin perempuan, kehormatan perempuan lebih terjaga. Perempuan juga lebih menyiapkan pernak-pernik kelengkapan kematian. Pihak desa bisa memanfaatkan majelis taklim atau forum pengajian ibu-ibu untuk menyeleksi modin perempuan. Anggaranya bisa diambilkan dari anggaran desa. Jika anggaran desa tidak mencukupi, bisa digunakan infak dan sedekah yang digalang majelis taklim ibu-ibu.
Sumber : Jawa Pos, Selasa 14 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar